Zhou Fan memberi isyarat pada salah satu pengikutnya. "Ikuti mereka. Jangan sampai mereka keluar dari desa sebelum aku menanganinya, aku akan mencari kakakku terlebih dahulu."

Setelah memberi perintah, Zhou Fan segera mencari kakaknya yang menjadi murid senior di sekte Pedang Es. Setelah membujuknya dan menunjukkan bukti wajahnya di tampar, dia menambahkan jika wanita yang menyerangnya tidak menghargai kakaknya sebagai senior Sekte Pedang Es, bahkan wanita tersebut justru menantang.

Angin dingin berhembus menusuk di luar rumah makan, membawa serpihan salju yang berputar-putar di udara. Di balik sebuah tiang batu, Zhou Fan berdiri sambil menggertakkan giginya, pipinya masih memerah akibat tamparan Leena.

"Dia harus membayar untuk mempermalukanku!" desisnya penuh dendam. Di sampingnya, seorang pria muda dengan jubah putih bertudung berdiri tegak. Sosoknya gagah, dengan sorot mata tajam yang dipenuhi arogansi.

"Kak Zhou Feng," bisik Zhou Fan, "Wanita itu sangat kuat. Tapi aku yakin kau bisa mengatasinya. Mereka sudah mempermalukanku di depan umum, kakak harus membalaskannya!"

Zhou Feng, murid senior Sekte Pedang Es, melirik adiknya sejenak lalu menghela napas malas. "Sudah kubilang jangan mempermainkan wanita seenaknya. Jadi sekarang kamu kena batunya. Tapi... kalau kau sudah dipermalukan, aku harus membersihkan nama keluarga kita agar orang tidak berani merendahkan."

"Kak, ini kesalahan Meiyu. Dia sengaja memprovokasiku duluan sehingga wanita itu turun tangan. Aku tidak akan berani meminta bantuan kakak kalau aku yang salah." Zhou Fan membohongi kakaknya agar mau membantu membalaskan dendamnya.

"Kalaupun nanti kakakku tahu kebenarannya, juga tidak merubah hasilnya. Aku adiknya jadi pasti dia akan memaafkanku." Batin Zhou Fan dengan wajah tersenyum licik.

Tak lama, keributan pun meledak di dalam rumah makan. Zhou Fan memerintahkan pengikutnya untuk masuk mengepung orang yang sudah menyerangnya.

Pintu terbuka dengan kasar. Angin dingin menyerbu masuk bersama kedatangan Zhou Feng dan beberapa pengikutnya. Meiyu yang baru selesai makan bersama Lynx dan Leena langsung berdiri, wajahnya pucat melihat sosok kakak Zhou Fan.

"Zhou Fan...Kenapa kamu kesini? Kau tidak seharusnya datang ke tempat ini hanya untuk mencari keributan," ucap Meiyu cemas.

"Mencari keributan? Aku ingin melihat apa yang berani dilakukan wanita itu setelah kakakku datang. Dia sudah mempermalukanku dan pantas menerima hukuman." Zhou Fan tertawa dengan sikap sombong.

Zhou Feng menatap Leena, setelah melihat kecantikan yang dimiliki Leena, jantung Zhou Feng berdegup kencang, dalam hatinya dia berpikir, "Wanita ini sangat cantik. Sangat jarang bisa menemui wanita secantik ini. Aku harus terlihat baik di depannya."

"Hei Zhou Fan, apa maksudmu nona secantik dan selembut ini berbuat kasar kepadamu? Pasti kamu yang membuat salah duluan. Cepatlah minta maaf dan kita selesaikan masalah kecil ini." kata Zhou Feng sambil memberi sikap hormat dan tersenyum.

"Hah? Kak Feng, apa kakak tidak salah? wanita ini..." Belum selesai Zhou Fan berkata, kakaknya sudah memotong pembicaraannya.

"Sudah, sudah. Tidak perlu dibahas lagi hal yang sudah lewat." Zhou Feng berusaha mengambil hati Leena.

"Zhou Fan, aku akan memberimu hadiah nanti. Bantu dulu aku untuk mendapatkan hati wanita ini. Bukankah kamu tahu selama ini aku belum memiliki pasangan." bisik Zhou Feng.

Lynx dan Leena memiliki pendengaran tajam. mereka mendengar pembicaraan kakak beradik dan memilih tetap duduk diam dengan santai sambil meminum minuman di meja seolah sedang menonton pertunjukan.

Zhou Fan yang mendengar kata-kata kakaknya merasa gembira, dia yakin kakaknya pasti akan memberikan hadiah yang sangat bagus.

"hahaha... kakak Feng benar. Masalah seperti ini sudah sepantasnya untuk dilupakan. Meiyu, kamu harus memperkenalkan temanmu kepada kakak Feng." kata Zhou Fan dengan sikap lebih lembut.

Zhou Feng melampaikan tangannya dan tersenyum sambil menatap Leena, "Tidak perlu, tidak perlu. Aku bisa memperkenalkan diriku sendiri. Nona, perkenalkan namaku Zhou Feng, murid senior dari sekte Pedang Es. Kebetulan aku menemani guruku untuk menerima murid baru. Semoga nona tidak keberatan untuk kita saling mengenal."

Mendengar kata sekte Pedang Es, wajah Leena dan Lynx berubah. Mereka menatap Zhou Feng dan memperhatikannya. Mereka tidak menduga jika secepat ini bertemu dengan salah satu murid Sekte Pedang Es.

Leena segera memberi kode kedipan mata ke Lynx lalu berdiri dan memberi hormat. "Tuan muda Zhou Feng, anda terlalu sopan. Tentu saja aku tidak keberatan kita saling mengenal untuk menambah banyak teman. "

Dia lalu melanjutkan,"Aku tentu sangat mengagumu sekte Pedang Es yang sangat hebat bahkan aku pernah mendengar teknik ilmu sekte Pedang Es bisa membekukan waktu dan membuat seseorang yang hampir mati bisa tetap bertahan hidup jika di bekukan dengan teknik itu." Leena memuji sekaligus mencari informasi bahkan meminta bantuan jika memungkinkan.

Zhou Feng kaget mendengar wanita cantik di depannya ini bisa mengetahui teknik rahasia yang di miliki oleh salah satu leluhurnya. Dia merasa curiga, namun melihat wanita tersebut tidak memiliki kultivasi dan pria yang bersamanya hanya di ranah forging qi tingkat dua, dia menghilangkan kecurigaannya.

"Nona benar, teknik tersebut salah satu teknik rahasia sekte kami. Sebagai murid sekte Pedang Es, tentu aku juga akan mewarisi teknik itu nantinya. Sekarang teknik itu hanya leluhur yang menguasainya, dan juga tidak lama lagi, aku akan terpilih menjadi murid pribadi leluhur sehingga teknik tersebut pasti akan diwariskan kepadaku." Zhou Feng berkata bangga. Sesungguhnya dia mengarang cerita mengenai calon murid leluhur karena bakatnya yang rendah membuatnya tidak mungkin untuk terpilih, namun demi mendekati Leena, dia memilih berbohong.

Sambil tersenyum dia melanjutkan,"Nona, bolehkah aku tahu siapa namamu? Agar kita bisa lebih mengenal. Sepertinya kita sangat berjodoh dengan bertemu di tempat ini."

Leena dan Lynx saling berpandangan, mereka kini sudah  memastikan teknik tersebut memang ada sehingga mereka tidak ingin menunda waktu lagi. Selain itu, Leena sudah mengetahui niat buruk pemuda di depannya sehingga dia tidak lagi ingin meminta bantuannya.

"Namaku Ling Mei, dan ini suamiku Xiao Ling. Terimakasih atas keramahan yang diberikan tuan Zhou Feng tapi kami harus pergi sekarang." Kata Leena sambil meletakkan sekeping koin perak di meja dan menarik tangan Lynx.  Meiyu yang melihatnya ikut berjalan di belakang mereka.

Bagaikan tersambar petir, Zhou Feng merasa kecewa dan sakit hati melihat wanita yang disukai pada pandangan pertama ternyata sudah memiliki suami dan suaminya hanya sampah, karena memiliki ranah rendah di usianya.

Zhou Fan melihat perubahan ekpresi kakaknya, dia mengerti apa yang terjadi. Dengan cepat dia menghalangi jalan Leena dan menghentikannya. "Kalian tidak menghormati kakakku. Kami belum selesai dan kalian sudah mau pergi?"

Meiyu tersentak marah, "Zhou Fan, jangan menghalangi jalan mereka. Kakakmu sudah mengakui mereka sebagai teman."

"Kakakku memang menganggapnya sebagai teman, tapi hanya nona Ling Mei. Sedangkan yang lainnya, kalian bisa pergi terlebih dahulu. Kakakku masih ingin mengobrol dengan nona Ling Mei." Kata Zhou Fan sambil tersenyum licik. Secara tidak langsung dia ingin mengusir Lynx dan membantu kakaknya mendapatkan Ling Mei.

Leena yang malas berdebat langsung menjentikkan jarinya hingga Zhou Fan terhuyung mundur."Pergilah! Jangan halangi kami."

Zhou Fan yang tidak menduga mendapat serangan dari Leena segera membentak marah,"Kamu berani menyerangku lagi? Aku sudah memberimu kesempatan untuk bersama kakakku yang hebat daripada dengan pecundang seperti dia."

PLAK!

Duagh!

Tamparan Leena tepat mengenai pipi Zhou Fan dan membuatnya terlempar hingga ke dinding. Leena tidak suka jika seseorang menghina orang yang di cintainya.

Zhou Fan berdiri dengan susah payah, mulutnya berdarah, badannya terasa sakit.

"Kak, kamu lihat? Dia memukulku lagi. Kakak harus membelaku." Kata Zhou Fan sambil mengelus pipinya yang sakit.

Zhou Feng tersentak kaget, dia tidak melihat bagaimana Leena bergerak, tiba-tiba saja adiknya terlempar. Namun belum sempat dia berkata sesuatu, Lynx, Leena dan Meiyu sudah hilang dari hadapannya. Dia berusaha merasakan kehadiran mereka namun jejak mereka sudah menghilang.

"Zhou Fan, sepertinya mereka bukan kultivator biasa. Mereka menyembunyikan ranah mereka. Aku harus memperingatkan guru, kemungkinan mereka memiliki niat tidak baik dengan datang ke tempat ini." Kata Zhou Feng sebelum dia ikut menghilang dari hadapan Zhou Fan.

